Religion is a person’s private domain: Young writers

Amid widespread acts of violence by hard-line religious groups in different parts of the country against minorities, three young writers have received the Ahmad Wahib award for their essays on religion diversity. Indonesia Institute of Sciences (LIPI) researcher Fahd Pahdepie won first prize ...

Ma’arif: Umat Islam Perlu Terbuka Terhadap Perbedaan Kelompok

YOGYAKARTA--Sejak sebelas tahun terakhir ini di Indonesia muncul gerakan radikal atau setengah radikal yang berbaju Islam yang antidemokrasi dan antipluralisme. Di antaranya Majelis Mujahidin Indonesia, Front Pembela Islam, dan Hizbut Tahrir Indonesia. ''Mereka hanya bergaul dengan kelompoknya sendiri. Padahal kalau pergaulan hanya dengan ...

Bahtiar Effendy: Tantangan Kita Beda dengan Tantangan Cak Nur

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Bahtiar Effendy menegaskan bahwa tantangan saat ini berbeda dengan tantangan yang dihadapi oleh Nurcholis Madjid (Cak Nur) ketika tahun 1970-an. Hal ini ia katakan, pada saat acara peringatan 40 ...

Demokrasi dan Kekecewaan

Cover Demokrasi dan Kekecewaan Seperti mewakili perasaan banyak orang tentang kualitas demokrasi kita, dalam buku ini Goenawa Mohamad mengungkap sejumlah pengaruh buruk yang muncul dari keharusan para pemimpin politik untuk tunduk kepada hukum “kurva lonceng” demokrasi: agar mereka tampak dibutuhkan banyak orang, menang pemilu, berkuasa….

Tapi, Goenawan tak serta-merta menampik demokrasi, karena alternatifnya adalah anarkisme atau terorisme Al Qaedah. Ia hanya menegaskan perlunya kita memperkuat susu “perjuangan” di dalam demokrasi.

Berbagai detail mengenai hubungan antara sisi “perjuangan” dan sisi “kurva lonceng” dalam demokrasi inilah yang dibahas para komentatornya: William Liddle, Rocky Gerung, Rizal Panggabean, Dodi Ambardi, Robertus Robet, dan Ihsan Ali-Fauzi. Dilengkapi komentar balik Goenawan, buku ini memuat perdebatan yang mutakhir, substantif, dan kredibel tentang mengapa kita bisa kecewa kepada demokrasi dan mengapa pula kita bisa, dan harus tetap, berharap kepadanya.

Bermula dari Nurcholish Madjid Memorial Lecture, buku ini perlu dibaca oleh setiap kita yang hendak menjadi warga negara yang melek politik dan tak sudi dibohongi para politisi gadungan. Di pundak merekalah terletak peningkatan kualitas demokrasi di Tanah Air tercinta.

Daftar Isi

Pengantar Penyunting

BAGIAN I: ORASI ILMIAH

Demokrasi dan Kekecewaan

Goenawan Mohamad

BAGIAN II: TANGGAPAN-TANGGAPAN

Politik sebagai Perjuangan atau Pengeboran?

R. William Liddle

Mengaktifkan Politik

Rocky Gerung

Negara dan Demokrasi yang Belajar

Samsu Rizal Panggabean

Dua Monolog tentang Demokrasi

Dodi Ambardi

“Yang Politis sebagai Nostalgia”

Robertus Robet

Berharap pada “Partai-parta Gerakan”?

Ihsan Ali-Fauzi

BAGIAN III: TANGGAPAN ATAS TANGGAPAN

Demokrasi, Politik, dan Kairos

Goenawan Mohamad

Data-Penulis

Unduh (PDF, 1.12MB)


Unduh (PDF, 1.18MB)


Unduh (PDF, 814.52KB)


Unduh (PDF, 1.02MB)


Unduh (PDF, 1.48MB)


Unduh (PDF, 971.48KB)


Unduh (PDF, 969.44KB)


Unduh (PDF, 1.22MB)


Unduh (PDF, 3.07MB)


Unduh (PDF, 284.45KB)

Using <!--[if lte 7]> Microsoft Internet Explorer <![endif]--> won't make you happy. Trust me! Many modern browsers out there, have amazing features, supported by many developers and community: Firefox, Opera, Chrome, Safari, Flock, and Seamonkey. Best of all, it's free. Pick one of them and you'll be happy. Promise! Please consult Browse Happy if you want to know more.