Demokrasi dan Kekecewaan
Tapi, Goenawan tak serta-merta menampik demokrasi, karena alternatifnya adalah anarkisme atau terorisme Al Qaedah. Ia hanya menegaskan perlunya kita memperkuat susu “perjuangan” di dalam demokrasi.
Berbagai detail mengenai hubungan antara sisi “perjuangan” dan sisi “kurva lonceng” dalam demokrasi inilah yang dibahas para komentatornya: William Liddle, Rocky Gerung, Rizal Panggabean, Dodi Ambardi, Robertus Robet, dan Ihsan Ali-Fauzi. Dilengkapi komentar balik Goenawan, buku ini memuat perdebatan yang mutakhir, substantif, dan kredibel tentang mengapa kita bisa kecewa kepada demokrasi dan mengapa pula kita bisa, dan harus tetap, berharap kepadanya.
Bermula dari Nurcholish Madjid Memorial Lecture, buku ini perlu dibaca oleh setiap kita yang hendak menjadi warga negara yang melek politik dan tak sudi dibohongi para politisi gadungan. Di pundak merekalah terletak peningkatan kualitas demokrasi di Tanah Air tercinta.
Daftar Isi
Pengantar Penyunting
BAGIAN I: ORASI ILMIAH
Demokrasi dan Kekecewaan
Goenawan Mohamad
BAGIAN II: TANGGAPAN-TANGGAPAN
Politik sebagai Perjuangan atau Pengeboran?
R. William Liddle
Mengaktifkan Politik
Rocky Gerung
Negara dan Demokrasi yang Belajar
Samsu Rizal Panggabean
Dua Monolog tentang Demokrasi
Dodi Ambardi
“Yang Politis sebagai Nostalgia”
Robertus Robet
Berharap pada “Partai-parta Gerakan”?
Ihsan Ali-Fauzi
BAGIAN III: TANGGAPAN ATAS TANGGAPAN
Demokrasi, Politik, dan Kairos
Goenawan Mohamad
Data-Penulis
Beranda
Album
Buku Tamu
Tentang Kami
Kontak