Religion is a person’s private domain: Young writers

Amid widespread acts of violence by hard-line religious groups in different parts of the country against minorities, three young writers have received the Ahmad Wahib award for their essays on religion diversity. Indonesia Institute of Sciences (LIPI) researcher Fahd Pahdepie won first prize ...

Ma’arif: Umat Islam Perlu Terbuka Terhadap Perbedaan Kelompok

YOGYAKARTA--Sejak sebelas tahun terakhir ini di Indonesia muncul gerakan radikal atau setengah radikal yang berbaju Islam yang antidemokrasi dan antipluralisme. Di antaranya Majelis Mujahidin Indonesia, Front Pembela Islam, dan Hizbut Tahrir Indonesia. ''Mereka hanya bergaul dengan kelompoknya sendiri. Padahal kalau pergaulan hanya dengan ...

Bahtiar Effendy: Tantangan Kita Beda dengan Tantangan Cak Nur

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Bahtiar Effendy menegaskan bahwa tantangan saat ini berbeda dengan tantangan yang dihadapi oleh Nurcholis Madjid (Cak Nur) ketika tahun 1970-an. Hal ini ia katakan, pada saat acara peringatan 40 ...

Nurcholish Madjid Memorial Lecture III

nml-inv-1-cmyk1 SINOPSIS
Para pemikir sosial abad ke-19, semisal Auguste Comte, Herbert Spencer, Emile Durkheim, Max Weber, Karl Marx, dan Sigmund Freud, memprediksi agama akan memudar dan mengalami disfungsi dalam masyarakat industri. Sepanjang abad ke-20, keyakinan agama lenyap dan digantikan kearifan konvensional dalam ilmu pengetahuan. Inilah inti teori sekularisasi yang sangat dominan di dunia modern.

Namun, beberapa dekade terakhir, tesis redupnya pesona agama ini kian mendapati kritik. Kenyataannya, agama saat ini tidak benar-benar mati dan tidak pula kehilangan sisi pentingnya. Hal ini tampak dari kian menguatnya religiusitas di Amerika Serikat, munculnya spiritualitas New Age di Eropa Barat, maraknya gerakan fundamentalis dan partai keagamaan di dunia Muslim, serta menyeruaknya konflik etno-religius di kancah internasional.

Apakah sekularisasi sudah tamat? Jawabnya, tidak! Namun demikian, teori lama tentang sekularisasi mesti diuji kembali dan diperbarui. Dan, buku ini menyajikan kontroversi teori baru ihwal sekularisasi. Didukung fakta-fakta hasil survei World Values Survey terhadap hampir 80 masyarakat di seluruh dunia, karya ini penting bagi siapa pun yang tertarik pada isu-isu agama, sosial, opini publik, perilaku politik, psikologi sosial, hubungan internasional, dan perubahan budaya.

ENDORSEMENT:
“Buku ini istimewa karena bersandar pada riset yang ketat secara ilmiah dengan cakupan wilayah terbesar sepanjang sejarah ilmu sosial. Temuannya mencerahkan. Wajib dibaca oleh ilmuwan dan pengamat sosial serta pengambil kebijakan.”
—Saiful Mujani, Direktur Eksekutif LSI

“Norris dan Inglehart menyodori kita standar emas ilmu sosial.”
—Steve Bruce, University of Aberdeen

“Pendekatan interdisipliner dalam studi ini mampu… menghasilkan laporan yang berbeda dan merangsang pikiran mengenai hubungan kontemporer antara agama dan perkembangan ekonomi.”
—Rachel M. McCleary, Harvard University

“Buku yang sangat bagus… merupakan capaian besar di bidang riset empirik, sekaligus memberi kontribusi penting bagi dunia teori.”
—David Voas, University of Manchester

“Argumen-argumen dalam buku ini kontroversial, dan karena itu pasti mendorong para ilmuwan politik dan sosiolog… untuk menyangkalnya.”
—Clyde Wilcox, Georgetown University

Using <!--[if lte 7]> Microsoft Internet Explorer <![endif]--> won't make you happy. Trust me! Many modern browsers out there, have amazing features, supported by many developers and community: Firefox, Opera, Chrome, Safari, Flock, and Seamonkey. Best of all, it's free. Pick one of them and you'll be happy. Promise! Please consult Browse Happy if you want to know more.